Oleh: pendivif2 | 24 November 2012

Danbrigif 9 Kostrad Meresmikan SSB Daraka Berni


Jember (brigif 9 kostrad) – Sekolah Sepakbola (SSB) Dharaka Berni, yang digagas oleh suporter Persid Jember Brani (Berni) dan Brigade Infantri 9 Kostrad, diresmikan oleh Komandan Brigif Kolonel Erwansyah, Sabtu (31/3/2012).
Peresmian tersebut dilangsungkan secara sederhana di ruang Yudha Markas Brigif 9, Kostrad Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hadir dalam acara itu pula, Ketua Yayasan Persid Jember dan Ketua Umum Persid, Sunardi. “Saya bersyukur. Ini memang cita-cita saya,” kata Kol. Inf Erwansyah, tersenyum.
Danbrigif 9 mengatakan, Jember memiliki potensi luar biasa dalam dunia sepakbola. Ia ingin potensi tersebut benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan. “Brigif punya fasilitas dua lapangan yang bisa digunakan oleh masyarakat Jember,” katanya.SSB Dharaka Berni akan menjadi semacam akademi sepakbola di Jember. Ada empat kelompok umur untuk siswa yang berlatih di sana, yakni usia U-12, U-15, U-18, dan U-20. “Ini memang menjadi obsesi kami, suporter Berni Jember. Kami sudah punya klub sendiri bernama Berni Union yang berkompetisi di Divisi II PSSI Jember. Sekarang kami punya SSB,” kata Joni Budi Utomo, Manajer SSB Dharaka Berni.
Joni berharap kehadiran SSB milik suporter yang bekerjasama dengan TNI itu akan menjadi semacam ‘center of excellence’ pembinaan sepakbola di Jember. Selama ini banyak anak-anak muda Jember yang justru berkiprah di luar Jember. “Bahkan mereka berprestasi di luar Jember,” katanya.
SSB Dharaka Berni bemaksud mendidik bibit pemain profesional sejak dini. Modalnya adalah kedisplinan, moral, dan mental. “Kami ingin anak-anak SSB menjadi pemain yang beretika. Anak-anak tak kami ajarkan memprotes wasit, bisa menerima keputusan wasit dengan lapang dada, dan hormat kepada pelatih,” tambah Joni.
Saat ini, jumlah siswa yang sudah terdaftar di SSB tersebut mencapai 181 orang, yang terdiri atas 60 siswa berusia 7-12 tahun, 66 siswa berusia 13-15 tahun, dan 55 siswa berusia 16 tahun ke atas.
“Dari 181 siswa itu, baru 74 siswa yang membayar iuran bulanan. Namun kami tak masalah, kami masih perlu meningkatkan lagi pengelolaan SSB ini agar lebih baik,” kata Joni.


Kategori

%d blogger menyukai ini: